Sabtu, 16 Maret 2019

Februari wis mari



Helloooo. So sorry for being too late to write. Pie kabare?

Februari wis mari (udah selesai). Baru sempat terusin laporannya setelah pertengahan Maret begini. Seperti biasa, catatan ini ditulis hanya atas dasar hobi dan berharap memberi manfaat bagi penulis pribadi agar selalu bersyukur telah memiliki kisah hidup yang sedemikian ajaib ini.

Mari kita mulai.

Februari, menjadi bulan yang menggenapkan PPLku menjadi sebulan di tanggal 17nya. Menjadi penggenap usiaku juga di tanggal 18nya. Sedih, karena ini bukan kali pertama tanggal 18 di beda kota. Haru, bersyukur atas semua yang sudah DIA anugerahkan dalam hidupku yang singkat ini.

Berkaitan dengan sebulan PPL, jelas banyak sekali pelajaran yang kudapati dari sekolah tempatku praktik ini. Bukan hanya tentang bagaimana meneladani para guru dalam mengajar, tapi aku belajar betul bagaimana banyak orang bisa sebegitu hebat menyembunyikan berbagai persoalan rumit dibalik senyumnya, bagaimana seorang menjadi hebat setelah melewati berbagai masalah, dan baanyak lagi. Dan soal pertambahan angka usia, terima kasih banyak untuk doa dan ucapannya teman semua. Semoga kebaikannya kembali pada yang mendoakan.

Tidak seperti di semester lalu, PPG di semester akhir ini benar-benar mengerahkan kami untuk belajar langsung di sekolah. Belajar bagaimana menjadi seorang guru profesional dengan segala tanggungjawab dan tugas-tugasnya yang super padat. Jadi ingat kata temanku, “Kalau ada yang bilang jadi guru itu enak, sini liatin tumpukan tugas kita.”

But, sesibuk apapun dan sebanyak apapun tuntutan yang harus kita penuhi bukan berarti kita tidak bisa menikmati hidup. As my Daddy said: “Ulah dianggap beban, enjoy we. Tapi ulah hilap oge tujuan akhirna.” (Jangan dianggap beban, enjoy aja. Tapi jangan lupa juga tujuan akhirnya). Siap, laksanakan. Berkaitan dengan kata Apaku ini, lagi-lagi Sang Penyayang memberiku kesempatan untuk menikmati indahnya pulau Bali melalui segala kekayaan alamnya.

Tidak perlu jauh, di pertengahan Februari aku dan kawanan KG (baca di notes awal) bisa mengunjungi sebuah lokasi menyejukkan bernama Alam Sambangan (Video ada di channel FAUZIAH ANGGRAENI DEWI ya). Murah meriah sudah pasti. Cocok untuk mahasiswa perantau lah, hehehe. Kolam renang yang langsung menghadap ke rindangnya pepohonan, beberapa wahana permainan dan spot foto serta bangunan sekitar kolam yang cukup unik menjadi fasilitas keren untuk menghilangkan penatmu saat lelah. Di akhir bulannya, rutinitas Kajian bersama (Ngareng) berjalan seperti bulan-bulan sebelumnya. Alhamdulillaah…

Pejuang PPL, Para Pingitan Negara


Tidak ada komentar:

Posting Komentar