Januari, dimulai dari hari yang sangat menyenangkan kala itu. Tidak
istimewa dan mahal memang. Tapi, menghabiskan waktu seharian dengan orang-orang
tersayang di tempat yang belum pernah dikunjungi bersama memang tak bisa
dipungkiri amat menyenangkan. Sebelum kembali ke pulau perantauanku,
mengunjungi Panenjoan Geopark dan indahnya Curug Cikaso (wisata super murah, gambar ada di Instagram
@fauziahdewia) adalah agenda yang aku dan keluarga lakukan di musim libur awal
tahun. Jeda libur yang tak terduga seperti sudah kuceritakan di laporan Desember kemarin jelas kumanfaatkan.
Hal memorable lainnya di Januari adalah kegiatan KMD Pramuka di Kwarcab Buleleng. Program
ini memang diwajibkan bagi para mahasiswa PPG sebelum melaksanakan PPL. Lagi, aku dipertemukan dengan
banyak orang hebat yang menginspirasi. Belajar hidup dalam kerjasama yang baik,
toleransi dan saling menghargai, saling bantu, saling jaga, saling dukung dan
menguatkan. Oya, di KMD ini pula ada kejadian yang sedikit menggelitik, kok
aneh ya rasanya. Yaa, di perkemahan 5 hari itu pada malam terakhir kami adakan
kreasi seni setelah prosesi api unggun. Penampilan tiap kelompok yang memang
hanya ada 3 telah usai. Tiba-tiba peserta diinstruksikan untuk kumpul
berdasarkan daerah asal masing-masing dan berrembug tentukan penampilan khas
daerah masing-masing. Ada 6 orang dari Nusa Tenggara Timur, 8 orang Jawa Timur,
ada Ambon, dan Bali. Sedihnya, Jawa Barat hanya aku sendiri. Jadi, jelas lah ku
tak bisa diskusi dengan siapa pun untuk tentukan penampilan apa. Dan
surprisenya lagi, salah satu pelatih memanggil Jawa Barat sebagai yang pertama
tampil. Sebagai bentuk apresiasi katanya, WOW. Tanpa persiapan, maju dan
bingung harus tampilkan apa. Akhirnya kuputuskan buka video karaoke Manuk
Dadali. Selesai sudah.
KMD usai, lanjut ke cerita PPLku.
Workshop dan KMD telah berlalu, masuk ke semester baru di tahun
ajaran baru. Ada tantangan baru juga yang harus kuselesaikan. Masa PPL
(Program Pengalaman Lapangan) yang akan berlangsung selama kurang lebih 4 bulan.
Dimulai tanggal 17 Januari, diakhiri 17 Mei nanti. Bismillaah, doa dan niat
bersungguh-sungguh semoga menjadi penguat saat semangat mulai memudar.
Tidak seperti PPL
di S1 dulu, kali ini aku lebih banyak belajar bahwa ternyata PPL itu harus
begini, begitu, buat laporan ini, buat laporan itu, lewati tahap ini dan itu,
bertemu peserta didik yang ini dan itu, guru pamong yang ini, dosen pembimbing
yang itu, dan kesemuanya jelas berbeda karena ada di Pulau Bali. Lagi-lagi,
hanya doa dan usaha maksimal yang bisa kulakukan untuk melalui ini semua.
Di catatan ini, aku
akan coba tuliskan (InsyaAllah, kalau sempat) kejadian di setiap hari yang ku
lalui di SMAN 4 Singaraja tempatku mengaplikasikan ilmu yang ku dapat selama
workshop PPG semester lalu. Yuk mulai.
17 Januari 2019
Hari penyerahan
peserta PPL dari pihak kampus ke Kepala Sekolah. Surprise. Ternyata setelah
acara penyerahan di kampus usai, kami langsung diminta mengunjungi sekoah
masing-masing. Surprise lagi, aku langsung mendapat guru pamong senior dan ikut
ke kelasnya mengajar di dua kelas, saat teman-temanku di sekolah lain hanya
datang ke sekolah lalu pulang kembali. Okay, lebih dulu dapat banyak ilmu.
Hehehe.
Di hari pertama
itu, aku diperkenalkan langsung ke kelas XI BB 1 dan XII MIPA 6 di jam 3-4 dan
5-6. Di antara para peserta didik mengerjakan tugas dan diskusi, aku banyak
menggali informasi dari pamongku yang belakangan kutahu dari orang-orang di
sekolah bahwa beliau seorang wanita yang disegani oleh warga sekolah. Waaah,
keren.
18 Januari 2019
Masih melanjutkan
aktivitas hari pertama, di hari kedua pun aku masih dalam tahap observasi di
sekolah. Bertemu kembali bu Ni Ketut Namiasih, seorang wanita hebat yang
dipercaya menjadi pamongku di SMAN 4 Singaraja ini. Beliau orang yang
berdedikasi tinggi, ingin terus belajar, komunikatif, sangat peduli pada aku
yang bukan siapa-siapa. Hanya seorang mahasiswi yang butuh banyak belajar
darinya ini. Di hari kedua ini, aku
mendapat berbagai tugas untuk kuselesaikan lebih awal sesuai tagihan kampus,
saran dan ide dari bu pamong, dan jadwal mengajar, yang akhirnya diputuskan aku
mendapat 3 kelas XI IPA. Semoga semua mudah, bismillaah..
21-31 Januari
Ternyata, ku tak
bisa tuliskan semua aktivitas perhari. Jadwal tak selonggar yang ku kira,
hehehe. Hampir setiap hari ku bertemu dan konsultasi pada pamongku untuk
berbagai kegiatan dan pembelajaran yang akan kujalani selama dipercaya menemani
3 kelas untuk belajar. Waktu terasa cepat sekali berlalu jadinya.
Hari ketiga sampai
akhir Januari ini aku banyak mengenal orang baru di sekolah. Mulai dari bagian
Tata Usaha, Kepegawaian, Bimbingan Konseling, Guru-guru, teman PPL real dari
S1, dan para peserta didik di luar kelasku mengajar. Mengagumi betapa indahnya
kebersamaan dalam keanekaragaman di Indonesia. Di bagian ini pula, banyak ku
temukan cerita mengapa begitu banyak orang yang ikhlas menjadi guru walau
banyak dan sulit rintangan yang harus mereka lalui.
Di laporan
bulananku selanjutnya, sepertinya masih akan kuceritakan seputar kegiatanku
selama PPL. Tidak rinci, tapi hal-hal yang kurasa penting untuk diingat di
kemudian hari akan ku tulis, biar ingat dan bisa diambil hikmahnya.
Menuju akhir, bismillaah…