Jumat, 01 Februari 2019

Panenjoan Geopark Ciletuh, Curug Cikaso, CGK, DPS, Kwarcab dan SMA di Januariku

Januari, dimulai dari hari yang sangat menyenangkan kala itu. Tidak istimewa dan mahal memang. Tapi, menghabiskan waktu seharian dengan orang-orang tersayang di tempat yang belum pernah dikunjungi bersama memang tak bisa dipungkiri amat menyenangkan. Sebelum kembali ke pulau perantauanku, mengunjungi Panenjoan Geopark dan indahnya Curug Cikaso (wisata super murah, gambar ada di Instagram @fauziahdewia) adalah agenda yang aku dan keluarga lakukan di musim libur awal tahun. Jeda libur yang tak terduga seperti sudah kuceritakan di laporan Desember kemarin jelas kumanfaatkan.
Hal memorable lainnya di Januari adalah kegiatan KMD Pramuka di Kwarcab Buleleng. Program ini memang diwajibkan bagi para mahasiswa PPG sebelum melaksanakan PPL. Lagi, aku dipertemukan dengan banyak orang hebat yang menginspirasi. Belajar hidup dalam kerjasama yang baik, toleransi dan saling menghargai, saling bantu, saling jaga, saling dukung dan menguatkan. Oya, di KMD ini pula ada kejadian yang sedikit menggelitik, kok aneh ya rasanya. Yaa, di perkemahan 5 hari itu pada malam terakhir kami adakan kreasi seni setelah prosesi api unggun. Penampilan tiap kelompok yang memang hanya ada 3 telah usai. Tiba-tiba peserta diinstruksikan untuk kumpul berdasarkan daerah asal masing-masing dan berrembug tentukan penampilan khas daerah masing-masing. Ada 6 orang dari Nusa Tenggara Timur, 8 orang Jawa Timur, ada Ambon, dan Bali. Sedihnya, Jawa Barat hanya aku sendiri. Jadi, jelas lah ku tak bisa diskusi dengan siapa pun untuk tentukan penampilan apa. Dan surprisenya lagi, salah satu pelatih memanggil Jawa Barat sebagai yang pertama tampil. Sebagai bentuk apresiasi katanya, WOW. Tanpa persiapan, maju dan bingung harus tampilkan apa. Akhirnya kuputuskan buka video karaoke Manuk Dadali. Selesai sudah.
KMD usai, lanjut ke cerita PPLku.
Workshop dan KMD  telah berlalu, masuk ke semester baru di tahun ajaran baru. Ada tantangan baru juga yang harus kuselesaikan. Masa PPL (Program Pengalaman Lapangan) yang akan berlangsung selama kurang lebih 4 bulan. Dimulai tanggal 17 Januari, diakhiri 17 Mei nanti. Bismillaah, doa dan niat bersungguh-sungguh semoga menjadi penguat saat semangat mulai memudar.
Tidak seperti PPL di S1 dulu, kali ini aku lebih banyak belajar bahwa ternyata PPL itu harus begini, begitu, buat laporan ini, buat laporan itu, lewati tahap ini dan itu, bertemu peserta didik yang ini dan itu, guru pamong yang ini, dosen pembimbing yang itu, dan kesemuanya jelas berbeda karena ada di Pulau Bali. Lagi-lagi, hanya doa dan usaha maksimal yang bisa kulakukan untuk melalui ini semua.
Di catatan ini, aku akan coba tuliskan (InsyaAllah, kalau sempat) kejadian di setiap hari yang ku lalui di SMAN 4 Singaraja tempatku mengaplikasikan ilmu yang ku dapat selama workshop PPG semester lalu. Yuk mulai.
17 Januari 2019
Hari penyerahan peserta PPL dari pihak kampus ke Kepala Sekolah. Surprise. Ternyata setelah acara penyerahan di kampus usai, kami langsung diminta mengunjungi sekoah masing-masing. Surprise lagi, aku langsung mendapat guru pamong senior dan ikut ke kelasnya mengajar di dua kelas, saat teman-temanku di sekolah lain hanya datang ke sekolah lalu pulang kembali. Okay, lebih dulu dapat banyak ilmu. Hehehe.
Di hari pertama itu, aku diperkenalkan langsung ke kelas XI BB 1 dan XII MIPA 6 di jam 3-4 dan 5-6. Di antara para peserta didik mengerjakan tugas dan diskusi, aku banyak menggali informasi dari pamongku yang belakangan kutahu dari orang-orang di sekolah bahwa beliau seorang wanita yang disegani oleh warga sekolah. Waaah, keren.
18 Januari 2019
Masih melanjutkan aktivitas hari pertama, di hari kedua pun aku masih dalam tahap observasi di sekolah. Bertemu kembali bu Ni Ketut Namiasih, seorang wanita hebat yang dipercaya menjadi pamongku di SMAN 4 Singaraja ini. Beliau orang yang berdedikasi tinggi, ingin terus belajar, komunikatif, sangat peduli pada aku yang bukan siapa-siapa. Hanya seorang mahasiswi yang butuh banyak belajar darinya ini.  Di hari kedua ini, aku mendapat berbagai tugas untuk kuselesaikan lebih awal sesuai tagihan kampus, saran dan ide dari bu pamong, dan jadwal mengajar, yang akhirnya diputuskan aku mendapat 3 kelas XI IPA. Semoga semua mudah, bismillaah..
21-31 Januari
Ternyata, ku tak bisa tuliskan semua aktivitas perhari. Jadwal tak selonggar yang ku kira, hehehe. Hampir setiap hari ku bertemu dan konsultasi pada pamongku untuk berbagai kegiatan dan pembelajaran yang akan kujalani selama dipercaya menemani 3 kelas untuk belajar. Waktu terasa cepat sekali berlalu jadinya.
Hari ketiga sampai akhir Januari ini aku banyak mengenal orang baru di sekolah. Mulai dari bagian Tata Usaha, Kepegawaian, Bimbingan Konseling, Guru-guru, teman PPL real dari S1, dan para peserta didik di luar kelasku mengajar. Mengagumi betapa indahnya kebersamaan dalam keanekaragaman di Indonesia. Di bagian ini pula, banyak ku temukan cerita mengapa begitu banyak orang yang ikhlas menjadi guru walau banyak dan sulit rintangan yang harus mereka lalui.
Di laporan bulananku selanjutnya, sepertinya masih akan kuceritakan seputar kegiatanku selama PPL. Tidak rinci, tapi hal-hal yang kurasa penting untuk diingat di kemudian hari akan ku tulis, biar ingat dan bisa diambil hikmahnya.
Menuju akhir, bismillaah…