Senin, 01 Oktober 2018

September Ceria



Hollaaa. October is coming.
Semoga sehat selalu yaa.

Memasuki bulan ketiga, setelah 31 Juli terbang rasanya semakin banyak hal-hal menakjubkan terjadi. September di Bali telah terlalui. Beberapa momen akan coba dituang di sini, hehehe.

Banyak pertanyaan, di Bali ngapain? Main melulu. Waaah, tidak. Ini jawabannya.

Rutinitas kami, mahasiswa PPG Bahasa Inggris dalam seminggu (weekdays) ialah workshop. Workshop ini terdiri dari beberapa siklus untuk tiap tingkatan SMP, SMA, dan SMK. September kemarin kami masuk siklus 3-4, yakni memperdalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran untuk SMP kelas VII dan VIII.

Setelah workshop, di setiap akhir siklus kami punya agenda untuk presentasi kelompok dan peer-teaching. Agenda terakhir tiap siklusnya adalah formative test. Begitulah kurang lebih gambaran kegiatan perminggu kami.

Selanjutnya, agar Pendidikan dan hiburan seimbang kami seringkali diberi saran oleh dosen-dosen tercinta untuk jangan terlalu terkurung dalam rutinitas kuliah. Nikmati indahnya Bali, explore kemana saja. Biar pas ditanya, “sudah kemana saja di Singaraja” bisa jawab. Hehe.

Oya, Singaraja itu Bali bagian utara. Ibu kota kabupaten Buleleng. Letaknya cukup jauh dari Denpasar menurutku. Dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dibutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk bisa mencapai lokasi kampusku.

Nah, Singaraja ini sering disebut sebagai kota pendidikannya Bali. Salah satu dosenku sempat bilang juga, “kalau mau belajar sungguh-sungguh, Singaraja lah tempatnya.” Karena memang, para pendatang di kota ini kebanyakan adalah pelajar. Di sini juga tidak terlalu ramai seperti Denpasar. 

Bicara soal keindahan, sungguh Singaraja memiliki pesonanya yang luar biasa. Pantainya, sawah-sawah, bunga-bunga di sekitar pemukiman warga, bangunan khas Bali, keberagaman warganya yang tetap saling menghargai, ah banyak lagi.

Jujur, sempat merasa heran dan ragu teramat sangat ketika harus mengambil pilihan ini. Tapi seiring waktu berjalan, semakin tersadari rasanya bahwa ini adalah salah satu jawaban dari do'aku. Benar, tanpa disadari aku sering berkata pada diri sendiri dan berharap pada Sang Maha Pendengar bahwa aku akan belajar lagi, entah bagaimana caranya harus bisa tanpa biaya dari orang tua lagi (Tapi waktu itu pernah berpikir juga untuk belajar bareng dan dibiayain suami sih, hehehe). Benar saja, di Bandung selain belajar dari banyak lingkungan di sini pun menjadi ladang ilmu selanjutnya. Alhamdulillaah..

Selanjutnya, tugasku adalah menjalani setiap kegiatan sebaik mungkin dengan niat belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa bermanfaat bagi banyak orang nantinya. And I believe, everything happens for a reason. Maha Penentu pasti punya alasan kenapa aku bisa sampai di titik ini. :)  

Oya, bicara soal momen menarik di bulan September lalu ada beberapa yang kucoba tuang di catatan kali ini. Pertama, pengalaman jadi interpreter amatiran di Pelabuhan Ex-Buleleng untuk bantuin anak-anak kecil disana minta foto ke Poland man. Lalu, jalan-jalan (kegiatan keasramaan /outbond) ke The Sunas Bali di Desa Menyali, atas undangan salah satu dosen kami yang baik hati, Pak Budashi. Selanjutnya, kegiatan explore ala-ala ‘Kaliuntu Girls’ (sebutan untuk kami yang telah pindah dari Banyuning :p ) ialah menuju Sekumpul Waterfalls. Ah, kalian harus coba ke sana pokonya. Indah pisan!

Next sweet moment, KG juga ngabolang ke Bedugul. Yaa, tempat terkenal di Bali yang rasanya tak pernah terlewat untuk dikunjungi para pengunjung domestik ataupun mancanegara: Pura Uundanu Beratan. Siapa yang tak kenal tempat ini. Walau ini kali kedua penulis mengunjungi tempat ini, tetap saja tak bosan rasanya. Oh ya, gambar pura ini juga terdapat pada lembaran uang kertas pecahan 50.000 lho, hayoo  masih ingat?

Pepohonan, bunga-bunga, hamparan rumput, bentangan danau, udara segar, ditambah pemandangannya yang keren rasanya akan sangat mungkin membuat Anda betah berlama-lama berada di lokasi ini. Terlebih bagi Anda yang hobi mendokumentasikan momen lewat gambar atau video, cocok deh. Hehehe .

Well, momen terakhir di penghujung September kemarin adalah jalan-jalan dadakan ke Denpasar dalam rangka ikuti kegiatan Merajut Kebangsaan di monumen Bajra Sandhi. Ya, kegiatan yang diikuti oleh perwakilan seluruh mahasiswa di Bali ini berlangsung dengan meriah pada 29 September lalu. Hadir Pak Menteri ristekdikti, para mahasiswa dan Rektor berbagai perguruan tinggi di Bali pada kegiatan ini.

Dadakan, kami diberitahukan untuk ikut sekitar satu jam sebelum pemberangkatan. Untungnya, transportasi disediakan kampus, dengan bus. Jadi, tak ada alasan untuk kami tidak berangkat. Akhirnya, berangkatlah kami menuju Bali Selatan.
Oya, sudah dulu ya. Sudah pukul 11:22 PM di sini. Besok kuliah. Hehehe

Semoga Oktober jadi bulan yang lebih baik lagi. Kalau punya tempat rekomendasi untuk dikunjungi sekitaran Singaraja, tulis di kolom komentar yaa. Semangat selalu apapun yang sedang Anda jalani. Jangan lupa bersyukur dan senyum. 😊


Singaraja, 1 Oktober 2018



Hitam Putih di hari Rabu

Situasi kelas
Interpreting them
Poland Man
Peer Teaching 1







Pura Ulun Danu Beratan


Pantai Penimbangan



The Sunas Bali

Monumen Braja Sandhi